“Iya, demi ____ (nama partai), kami rela begadang semalaman.”
“Hebat.”
“Mas di sini aja, Mas. Sesaat kemudian kaos itu telah kubuka. Bokep Kudorong lagi perlahan, kuperhatikan wajah Mikha dengan matanya yang tertutup rapat, ia menggigit bibirnya sendiri, kemudian berdesah. Memang aku lihat ada beberapa kelompok, masing-masing dengan bendera partai mereka dan atribut yang bermacam-macam. “sshh…, sshh…”
Lidahnya terkadang keluar sedikit membasahi bibirnya yang sensual. Macam-macam saja ulah mereka, maklumlah sudah saat kampanye terakhir buat partai-partai di Jakarta ini. “Mas Joe…, cabut…, keluarin di luar…”
Dengan cepat kucabut batang kemaluanku lalu sedetik kemudian kurasakan kenikmatan luar biasa, aku menjerit tertahan
“aahh…, ahh…” Aku mengerang. “Kenapa sudah ada di sini, sih? Kantornya “x” (nama koranku), khan.




















