Aku memanjangkan jari kelingkingku ke arah paha nya, sedikit membelai, berharap semoga rangsangan ini sampai. Bokepin Putri diam, seperti terpasrah. Parahnya, putri lebih senang untuk tidak memakai make-up bahkan dalam situasi formal sekalipun. Dengan sedikit tercekat, aku mengeluarkan kata2 “Put, tolong aku put” sembari tidak menghiraukan perintahnya untuk melepaskan tangannya. Putri pun sepertinya sama. Siangnya, suasana sudah mulai berubah karena dia mulai bertanya di mana aku tinggal.“sesekali di kantor” jawabku. Benar2 nikmat abang rasa” (padahal kami seumuran. Putri langsung melotot tajam sambil berkata “Rud, aku marah.










