Terlihat dia beberapa kali menelan ludah dan menggaruk-garukkan tangannya ke rambutnya, kena nih ni tante-tante, ucapku dalam hati. Ketika room boy meninggalkan kami di kamar, langsung kepeluk Tante Eni dari belakang, kuremas-remas dadanya yang membusung dan kucium tengkuknya,
“ Hemmm… kamu nakal deh dari tadi dek, kini tante jadi nggak tahan nih ”, ucapnya genit. Bokepin kami membicarakan tentang fotografi cukup lama, sekitar 20 menit kami ngobrol sambil berdiri sehingga sampai kaki ini pegal dan tenggorokan-pun menjadi kering. Kami masuk lift diantar oleh seorang room boy, dan di dalam lift tersebut aku memilih berdiri di belakang Tante Eni yang berdiri sejajar dengan sang room boy. “ Lah, memangnya anak tante berangkat sendiri ? ”, tanyaku lagi. “ Nggak kok Tante malahan aku baru




















