Dhea bangun dan duduk, sadar dirinya ada di sebuah bale-bale di sebuah rumah sederhana. Bokepin Ia berusaha mengingat apa yang telah terjadi tapi tidak berhasil. Semburan demi semburan mengisi lubang kewanitaan Dhea dengan sperma. Nafas Dhea tersentak ke ia masuk ke ruangan itu. Kemudian ia menggosokan penisnya ke telapak kaki Dhea yang berkerut dan mengejang menahan sakit. Beberapa laki-laki yang lain berlutut di depan Dhea dan mengocok senjata mereka di muka Dhea. Kepalanya seakan-akan ingin pecah. Sebagian besar sperma itu mengalir turun dan menetes ke budah dada Dhea.Dhea langsung jatuh tersungkur lemas berpikir semua itu telah selesai. Tidak ada lampu satupun tapi ia bisa melihat cahaya datang dari ruangan sebelah dan mendengar suara-suara.




















