Lupakan aja,” kataku dengan cuek.“Tapi jujur aja, punya kamu gede juga loh, hihihi…”Aku hanya geleng-geleng kepala mendengar penuturan tanteku ini. Bokep Namun aslinya jantungku sangat berdebar. Seperti biasa, masakan dari tanteku gak pernah mengecewakan. Selesai mencuci muka dan gosok gigi, aku bergegas ke kamarku yang ada di lantai atas. Begadang mulu sih. Aku turut tersenyum dan meyakinkan kalau aku akan baik-baik saja. Menaiki tangga dengan perlahan sambil menahan sakit, akhirnya aku bisa sampai ke lantai atas dengan selamat.Sesampainya di kamarku, aku langsung mengganti kaos tidurku dengan kemeja yang formal. Sepiring nasi dengan ikan saus padang dan juga sambal rica-rica.“Lukas, maafin Tante ya soal yang tadi,” ucapnya di tengah makan kami.“Gak apa kok, Tan.




















