“Belum ada yang mau nih” “Ahh.. Bokepin Punya istri cantik begini kok ditinggal sendiri” kataku menggoda. “Iya Mas.. Santi kemudian berjalan mengambil hidangan, dan akupun pura-pura menambah hidanganku. Lia hanya tersenyum manis saja dilihat dengan penuh nafsu seperti itu. Kemaluanku sudah berdenyut- denyut ingin mengeluarkan laharnya. “Oh.. Mereka baru menikah sekitar tiga bulan yang lalu. Enak nggak? “Lho Mas udah pikun ya.. Biar ada yang nemenin” katanya sambil tersenyum manis. Pak Robert jantan.. Malam” kataku “Pak Arief dimana?” “Sedang ke restroom.. Kuciumi leher Santi yang jenjang itu, dan kusibakkan cup BHnya kebawah sehingga buah dadanya mencuat keluar. Lebih baik Pak Arief saja yang pergi, pikirku. Tampak dari tatapan matanya yang haus akan kehangatan laki-laki tulen seperti aku ini.




















