Kedua orang tuaku sudah meninggal, Ketika itu aku baru kelas 2 SMP, Aku terpaksa ikut Mas Pras. Telapak tanganku merasakan kulit Mbak Narsih begitu hangat. Bokepin Rasanya aku tidak krasan tinggal di neraka ini. Aku sedikit memahami penjelasan mereka. Kun, kamu tidur di kursi tamu dulu, ya? Lubang duburnya kuusap-usap pelan, dari belakang kulihat bokong putih itu terangkat-angkat saat aku mengusap tadi. Di dalam terasa ada keduta-kedut yg menjepit jariku. Kalau memerintah harus dilaksanakan tanpa protes. Kalo pagi aku suka menghilang di rumah Oom Yanto tetangga depan rumah untuk baca Koran atau majalah. Supaya kalau sewaktu-waktu dicari, aku sudah siap datang. Apa kamu benar-benar mau pipis. Aku keluar saja.




















