Segera kutinggalkan teman-temanku dan menuju rumahnya.Jam 23.00. Bokep Terus terang untuk berdiri pun aku sulit saat itu. Tampaknya ia baru selesai mandi. Tapi rumah siapa ini? Aku tidak tahu namanya, menurutku itu daster.Tampak dewasa sekali ia. Jam 6 pagi aku meninggalkan rumahnya. Aku termenung sejenak berjongkok di depan mesin ATM itu. “Pak Ricky, telepon dari Felly,” Indri, sekretarisku di interkom. Aku merasa benar-benar mencintainya. 2 tahun yang lalu aku pikir aku sudah terbebas darinya. Menunduk lesu. Ia memapahku berjalan menuju mobilku. Ada apa sebenarnya dengan dirinya? Felly lagi. Dulu waktu kami masih pacaran hampir selusin kali kami bubar dan balik lagi. Tapi mengapa setiap ketemu dengannya aku selalu merasa membutuhkannya.




















