Dan tiba aku merasa nyaris terguncang, ketika dia menyentuh sesesuatu di “milikku”. Aku dan Kak Agun ngobrol di ruang baca sambil nonton TV. Video bokep “Alit…, nggak apa-apa, hadiah ini karena Kak Agun sayang Alit”. Ciuman Kak Agun terus menjalar hingga leherku. Sering jadi pembicara dimana-mana bahkan sering menjadi perias pengantin orang-orang beken di kotaku. Praktis aku sendirian di rumah. Betapa kagetnya aku ketika aku melihat sprei terbercak darah. Rasanya saat itu aku sudah mulai lain. Hanya CD saja yang masih terpasang rapi. Rampung!”, aku menjerit kegirangan. Saat itu aku benar-benar panas dingin, napasku memburu, suaraku rasanya hanya bisa berucap dan mendesis-desis “ss…, ss…”,. Aku hanya bisa diam dan menikmati. Saat itu perasaanku tidak karuan antara kepingin dan takut.




















