Mereka kemudian masuk ke sebuah rumah yg sedikit terpiisah dgn yg laiin , lampu di dalamnya menyala tak terlalu terang.Cintya dan Anindya digiiriing masuk ke dalam , ternyata di dalam sudah ada dua orang yg sedang asyiik bermaiin catur , wajah mereka terliihat menyeramkan .“yoo..bro…kiita bakal pesta besar niih…gue bawa oleh oleh…..” kata sopir Taxi itu.dua orang yg sedang bermaiin catur itu adalah preman dan penjahat yg sudah malang meliintang di duniia hiitam , meraka adalah Catur dan codet. Bokepin Catur menggeram keras ketiika pada akhirnya iia sampaii di puncak keniikmatan , caiiran putiih bercampur merah meleleh keluar darii kemaluan Anindya.Wajah manisnya basah oleh keriingat dan aiirmata, seluruh badannya terasa sakiit lemas seolah tak biisa digerakkan, iia mengguman gumam tak jelas.










