Lama dia terdiam, sampai dia akhirnya mengejarku sambil meminta maaf, dan bermaksud meminta nomor teleponku. Bokepin Lama dia terdiam, sampai dia akhirnya mengejarku sambil meminta maaf, dan bermaksud meminta nomor teleponku. Dia menyadarkanku bahwa aku tidak seorang diri di dunia ini yang mempunyai banyak masalah, dan bahwa masih ada orang lain yang bisa dipercaya. Kemudian dia membaringkan diri karena lelah, aku pun mulai mengambil kendali. Aku menekan kakiku di punggungnya, menarik rambutnya dan mengerang. Sementara aku belum selesai berpakaian. Seorang yang berdasi biru berkata ke temannya, “wah yang ini pasti blasteran”. Dia berjanji akan menelponku nanti malam setelah pameran tutup.Setelah pameran hari pertama berakhir, kami berjanji untuk makan bersama di salah satu restoran di kota. Kalau waktu bisa berhenti berputar, membiarkan aku




















