Haduh biyung, kok nggak habis-habis ya cobaan buat saya. Saya nggak punya uang, jadi saya cuma bisa bilang maaf, dan si ibu malah ngancam secara halus. Bokepin Mungkin dia lihat mata saya ketakutan setengah mati.“Buka kembenmu,” katanya.Dia taruh selembar uang Rp50.000 di samping saya. “Badan kamu bagus, Denok. Kini hari-hari saya dihabiskan mengurus Juragan dan membantu Juragan menjalankan toko beras. Beberapa lama saya terkulai di atas badan Juragan yang empuk. Sampai umur segitu pun beliau tetap cantik. Tangannya lantas nyelip ke bawah kain saya! Cari kerja yang nggak perlu ijazah, saingan banyak sekali. Bibir juga dikasih gincu warna merah mentereng. Bibir juga dikasih gincu warna merah mentereng. Yang ada saya bakal diusir, nggelandang, dan…ujung-ujungnya sama saja.




















