Namaku adalah Herman, sebagai seorang pebisnis muda aku sudah bisa dikatakan sukses. Aku bisa berkata begitu karena selain punya usaha yang mapan, rumah yang mewah, aku juga memiliki seorang istri yang cantik bernama Ivana.Tetapi ada satu hal yang membuatku tak bisa dikatakan sebagai laki-laki yang berhasil, bahwa aku sendiri sama sekali tak bisa memberikan nafkah batin bagi istriku. Bokep in Malam itu aku sengaja memanggil Bima ke dalam kamar agar bisa menjalankan rencana kami. “tapi pak ,tapi.”Tanpa kuduga Ivana bangkit dari tempat tidur lalu menuju Bima. Ivana istrku sedikit geli mendengar ucapan Bima, lalu iapun bertanya padanya. Pulang dari kantor akupun bertanya pada dia.“ Ana sampai jam berapa kamu main sama Bima, kelihatan ampe loyo gitu?” tanyaku.










