“Lex, aku ingin mohon sesuatu…”, kataku memohon. “Apa itu?”, tanya Alex. Bokepin “Iya, kami patungan”, jawab salah satu pria. “Wah, ternyata benar toh”, balas Alex sambil tersenyum.“Jadi, hari ini kita ke mana?”, tanyaku kepada Alex, karena hari-hari sebelumnya aku diperalatnya menjadi wanita pemuas nafsu seks. Kepalaku masih pusing, penyakitku sudah sangat menyiksa diriku, kembali aku memuntahkan sesuatu yang cair dan bau. Aku capek, kepalaku pusing, mataku berkunang-kunang, dan perutku mual-mual. “Aku akan ikut kamu selamanya”, aku memberikan sebuah pernyataan yang cukup membuat Alex kaget. “Asal kamu jauhi Chelsea dan Herman, aku rela ikut kamu”, kataku.Sepanjang perjalanan aku dan Herman membuat kesepakatan, Alex punya sebuah ide cemerlang. “Hahahaha”, Alex tertawa sambil terus menyopir, entah akan ke mana ia kini membawaku.”Lu pikir mau menyogokku




















