Anak itu kembali menyodorkan jualannya, tapi kini cara berdirinya kurang stabil. “Sudah dapat banyak?”
“Belum. Video bokep Aku sudah terbiasa seperti ini. Pikiranku mendadak kacau. Mereka kemudian pergi ke tempat yang dituju. Tapi tidak semua orang di jalan raya itu lucu. Aku serius soal ini. Anak laki-laki yang berjualan itu malah tersenyum. Dua jam berlalu, baru satu pengendara yang berhasil membeli kantong plastiknya. Tiap kali dia berkata begitu, dia selalu menyertakannya dengan merendahkan bahu. Sedikit-sedikit oleng ke kiri, atau oleng ke kanan. Kepalanya jatuh tepat di sisi trotoar. Aih, kalimat ini mengingatkanku pada Hujan Bulan Juni milik Sapardi. Seharian ini, aku memang dirundung hujan, dan aku tidak berlari. Dia menjual, bukan mengemis. Dia terlihat girang sekali memperoleh uang seribuan.




















