Sambil menunggu kedatangan Vinca, gua memasukan uang tunai 100 juta kedalam amplop coklat. Melihat kepolosan Vinca ngebuat gua semakin bergairah. Bokep in Kontol gua kembali dimasukan kedalam mulutnya. Akui saja lah Vin.” Kata gua. Setelah beberapa saat melihat toket Vinca yang berguncang guncang, akhirnya gua ga kuasa menahan hasrat netek. “Kamu mau ini kan?” kata gua sambil menampar dan mengolesi wajah sangenya dengan ludah di kontol gua. Dengan perlahan Vinca meraih kontol gua dan dimasukan ke dalam mulutnya. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini Nana tidak menyepong gua. Huahahaha.” Kata gua melihat Vinca.“AH….om udah puas.” kata gua sambil langsung memakai pakaian gua kembali tanpa beristirahat terlebih dahulu. “Pak, antar saya ke rumah sakit di pluit ya.




















