“Bagus engga cewenya?” tanyaku. Bokep Membatasi gerakanku. Maklum, sering “dipakai”. Ada yang lagi ngobrol, ada yang berdiri di depan cermin mematut dandanannya. “Pake kondom ya Mas.”
Maksudku juga begitu. Maklum, sering “dipakai”. Rasanya Bung! “Yeeen, tamu,” teriaknya. “Semua cewe di sana tadi service-nya memang begini ya?” tanyaku membuka kebisuan. “Bagus engga cewenya?” tanyaku. Hasilnya, bingung! Aku tak menyesali keputusanku untuk memilih Yeni dibanding Si Serba Menonjol tadi. “Hi… manja,” tapi tangannya bergerak membuka kancing kemejaku, lalu singletku, kemudian ikat pinggangku. “Silakan pilih,” katanya sambil menutup kaca nako itu. “Ayo Mas, lihat-lihat ke belakang,” ajaknya lagi ketika Aku masih terpaku. Cobain aja,” Ada nada kurang senang yang tersirat. Yang bargaun hitam lebih seksi, body-nya menggitar, face-nya biasa-biasa aja. Aku tak mau ambil resiko bermain




















