“Harum…”, kata pria itu. Bokepin Tubuhku lelah, aku terbaring di kasur dengan suhu badan yang cukup tinggi. Beberapa saat Alex tidak membalas, namun tiba-tiba ia menelpon, aku tidak berani mengangkatnya. “Aku tidak mau dia malah menyusahkanku”, cetus Alex merasa aku ini merugikannya. ***
Berjam-jam aku terus digagahi, hingga mereka merasa puas dan meninggalkanku yang lemah dan tak berdaya ini. Ia langsung menusukkan penisnya ke dalam vaginaku, sakit sekali, aku bahkan tidak bisa merintih karena mulutku disumbat penis pria lainnya. Aku menjadi takut dengan ancamannya, sepertinya dia tidak main-main, apalagi kemarin-kemarin dia sudah berani menculik Chelsea.***Ku bangkit dan berpakaian yang rapi, mencoba melangkah walau pun sedikit lemah.




















