Wah! . Bokepin (“gila benar, seperti pengantin baru saja”)….Selesai makan siang, Mas Har kembali menggendongku ke kamar, sambil kuelus- elus kontol Mas Har yang sudah mengeras seperti batang kayu lagi….. Sekarang giliranku yang harus menaik-turunkan pantatku seperti orang naik kuda…. Sekarang giliran Mas Har yang di atas, waduuuuh… sodokannya mantep sekali… terkadang lambat sampai bunyinya blep-blep-blep. .”“Kulonuwun, Mbak Sri cintakuuuuu. CROOTTTTT !!! semua sendi-sendiku masih bergetar semuanya rasanya…..“Mas, sebentar lagi Ibu pulang, Mbak Sri mau siap-siap dulu ya, sayaang…” Mas Har segera bangkit sekaligus mencabut kontolnya… . …” Kuambil selimut dan kututupi sekujur tubuhnya dengan selimut, sambil kubisikkan kata-kata sayangku…“Sekarang Mas Har istirahat dulu, ya…” kuciumi seluruh wajahnya yang mirip Andy Lau itu…“Terima kasih, Mbak Sri…Mbak begitu baik sama saya… saya sangat




















