Tangan kirinya meremas-remas toketku sementara tangan kanannya berkecipak meraba-raba vaginaku yang mulai basah berlendir hangat mengalir pelan keluar dari celah surgaku…
Aku pun merasakan sensasi yang luar biasa dan aku pun menemukan arti baru dari sia-sianya rasa cemburu. Bokepin Kami berdua pun berdampingan menungging dan Edo melesakkan penisnya bergantian ke dalam vaginaku sebentar, cabut, lalu ke dalam vagina Sherly, demikian seterusnya sampai suatu ketika kami mendengar lenguhannya tertahan dan siraman air mani yang muncrat-muncrat mengenai pantat kami berdua. Setengah kaget bercampur seperempat penasaran, aku bilang, “waw… pasti seru yah??” sahutku sambil menyelidik. Aku punya teman akrab bernama Sherly. Lalu dibisikkannya sebuah nama di telingaku, “Edo…” Mataku terbelalak, hmmm, aku ingat Edo, pria macho yang seminggu lampau dikenalkan padaku.Singkat kata, kuiyakan saja ajakan threesome




















