Poeting Viola yg berwarna kemerahan mengeras akibat gesekan-gesekan jari Pak Soesno. Sembari merenoenginya, Viola tidoeran telentang di ranjang spring-bednya, tangannya mengeloes-eloes kemaloeannya sembari teroes membaygkan hasrat liarnya, sampai akhirnya dia tertidoer tanpa memakai tjelana.Bangoen-bangoen langit telah mengoening dan jam telah menoenjoekkan poekoel 5.15 sore. Bokepin Tiba-tiba dia menoesoekkan kemaloeannya lebih dalam sembari mendesah panjang, beberapa kali senjatanya menembak di dalam rahim Viola. Viola yg berjalan doeloean ke arah pintoe dikejoetkan oleh tarikan dari belakang yg menyebabkan handoek yg melilit badannya terlepas. Dipanggilnya Pak Soesno melaloei intertjom yg mengarah ke roeang belakang yg ditempati pembantoe.




















