Dewi menyingkap sarungnya Partodi. “Terima kasih mas Partodi”
“Ah gapapa kok mbak anak-anak sekarang nih emang pada nakal”
Partodi masuk ke dalam warung. Bokepin Fasa duduk mengambil nasi disana, seperti biasa makanan ibunya membuatnya bernafsu makan.Ibunya ikut menemani Fasa makan. Partodi ngobrol sama Dimas dan Aris.“Perempuan yang kita garap kemaren lusa udah tau sama kita, dia ngancam jangan ngegarap dia lagi. Dia merasakan penis mereka sudah mengeras dalam celana masing-masing. Hadiah sekeranjang ini cukup untuk makan beberapa hari kedepan, sebelumnya dia tidak pernah berpikir mendapat bayaran setelah dirinya dientot orang.















