Tapi sial, entah angin dari mana, warnet tersebut penuh sesak, tak ada tempat untukku. Ueenaakk..“Warnetnya mau tutup Mas!”, tiba tiba seorang wanita berkata di depanku.Alangkah kagetnya diriku. Bokepin Kami tertidur hingga pagi menjelang. Ternyata warnet itu tidak buka 24 jam. Tetapi aku heran kenapa dia hanya memanfaatkan air maniku dan tidak memanfaatkan kontolku yang setiap saat bisa ia masukkan ke memeknya.Suatu malam menjelang warnet nikmat itu tutup, aku mengendap-endap, dan aku berhasil menyelinap masuk tanpa diketahui Rini. Belum selesai aku merapikan celanaku, wanita itu muncul lagi dihadapanku.“Lho kok berhenti Mas, silahkan dilanjutkan”, wanita itu tersenyum manis. Dia ternyata bukan karyawan, tetapi pemilik warnet nikmat itu.




















