Tak lama kemudian, Tamara melihat sebuah cahaya lampu senter di kejauhan dan dia berpikir bahwa sebentar lagi dia bisa melaporkan kejadian yang baru saja dia alami ke polisi. Berjam-jam lamanya Tamara mesti menerima siksaan dari laki-laki yang sudah lapar akan seks dan tubuh Tamara yang sangat seksi dan menggairahkan itu. Bokep “Jangan! eegh.. Kita mulai aja ya! “Kita giliran! eaah.. Tolong!” teriak Tamara sambil meronta-ronta, sementara ada tangan-tangan penculiknya menggerayangi tubuhnya. “Kita giliran! “Oke sekarang giliran loe semua, jangan rebutan, dia udah jadi milik kita sekarang! Lepaskan!” Tamara mulai meronta-ronta lagi ketika Botak, Mata Satu, dan yang lainnya mendekatinya dan langsung merobek-robek bajunya sampai dia telanjang bulat. Tolong!” erang Tamara sambil berontak tanpa hasil.Para penculik tersebut membuat Tamara seperti boneka selama perjalanan




















