oohh.. Sebelumnya, dia memberikan alamat e-mailnya dan berharap aku tidak melupakan kenangan yang kami lakukan berdua.Beberapa hari kemudian, aku membuka e-mailku. Bokepin Kami disambut oleh seorang wanita bule setengah baya yang berbahasa Indonesia dengan fasih. “Kamu lupa mengunci pintu, Haris..” katanya tersenyum.Suara yang lembut membuat jantungku berdegup kencang. Dia banyak menceritakan tentang situasi kota Semarang yang terlalu panas dan tentang teman-temannya dis***** Mahony orang yang supel dan cuek, jadi tidak terlalu kaku bicara dengan dia walaupun kadang bicaranya dicampur dengan bahasa Inggris.Setelah lama berkeliling Semarang, akhirnya sampai di sebuah rumah besar di perumahan elite Semarang.




















