Tanpa menunggu jawaban, Agam memeluk piinggangku, aqu kaget, namun sebelom protes, tangan Firman sudah menempel di pahaqu yg terbungkus celana selutut, sementara pelukan Agam membuatku mau tak mau berbariing di dadanya yg biidang. Bokepin Entah siapa yg mulaii, banyak yg menyiindir Shafiira.“Shafiir… nggak taqut digrepe-grepe lu di atas sana?” tanya Rahadi bercanda.“Siapa beranii, ha?” tantang Shafiira bercanda juga. Akhiirnya aqu dan Shafiira hanya mengantar sampaii piintu. Meski sebenarnya wajahku cukup maniis (bukannya sombong, iitu kata kawan-kawanku…) aqu sudah lumayan lama menjomblo, 1 tahun.




















