“Jangaann, sayaa tidaakkk pernaahhh beginniii…” jawabnya. Bokep Rianti hanya tersenyum dan berkata “Lihat nanti bang, takut ada acara mendadak aja…” Dia pun berjalan meninggali kios kami. Biasanya aku yang memboncengnya ke kuliah, tapi entah kenapa aku kehilangan kontak dengannya, dan kali ini mungkin dia akan naik taksi. Aku pun mengancamnya untuk tidak melawan, ku lepaskan semua ikatannya dan langsung menghajarkan pukulan tepat di perutnya agar ia tak bergerak. Dan suatu hari, kemauan kami itu pun akan terwujud.Suatu hari Mamat mengenalkanku dengan seorang gadis yang rumahnya tidak jauh dari rumah Mamat. Apa orang miskin tidak punya hak untuk mencintai dan dicintai? Kami mondar-mandir di depan gerbang sambil memandangi satu per satu mahasiswa yang keluar, kami tidak mau Rianti terlewat.“RIANTIII!!!!….” teriakku ketika melihat Rianti




















