Maka Nur mulai bergelinjang, dia membalas dengan agresif leher dan pipiku diciuminya.Kumainkan jariku pada vaginanya, kutusuk vaginanya dengan jari tengah dan telunjukku samapi memek itu menjadi basah.“Aahh.. saya minta maaf kalau membuat kamu harus mengingat lagi.”“Iya.. Bokepin Karena rasa kasihanku kurangkul tubuh Nur.“Sudah, Nur.. Bapak jangan!” Tapi kemudian dia membalas kecupanku dengan lembut sekali diikuti lidahnya memainkan lidahku yang membuat aku makin berani.“Pak.. Nur boleh saya duduk, saya mau tau kenapa kamu cerai…?”
“Hmmm… gimana yach.. Kulihat di wajahnya tersenyum kegirangan. “Aaakkhh.. Pak.. pada kami.”“Ya.. Pak, enak sekali deh, apalagi saya sudah lama ngak ngerasin yang beginian” ucap Nur.Mendepat sinyal yang positif, maka aku gendong dia ke kamar, lalu aku baringkan di atas kasur.




















