Hal ini sangat kusukai dan Ratih tahu itu. Saya tidak tahan, kulumat lagi bibirnya dan kubuka pelan dengan mulutku, dan kami berpagutan lagi. Bokepin Bukannya sombong tapi yah.., cuma begitu saja.Tanpa sadar saya senyum-senyum sendiri, ketika ia menegurku,“ Ndah, kamu duduk di sebelahku yah ”, pintanya. Ratih datang dan duduk mengangkangi kedua kakiku.Dia suka sekali memakai daster pendek di atas lutut dengan CD yang terlihat bila angin bertiup agak kencang atau ketika ia mengangkat kakinya. Hehehe, saya mulai menyukai permainan ini. Saya berdoa, semoga kuliah ini cepat selesai.Dengan sedikit keberanianku, saat itu saya was-was takut kalau ketahuan teman lain.




















