Setiap siang sepulang sekolah, sambil mengembalakan tiga ekor sapi milik Pak Rochim, aku membaca Kho Ping Hoo. Beberapa buah novel ada di situ. Bokepin Apalagi kalau novel-novel erotiknya. Sana urus sapi”, Kak Tina menepuk bahuku sebelum dia bilang, “Astaga.., kamu ngompol ya, Sapto?”. “Atau..”, Kak Tina memandangku, lalu tersenyum lebar, “Kamu mimpi basah ya, Sapto?”. Duduk di sini saja”. Ceritanya benar-benar vulgar. “Kau sudah pulang, Sapto?”. Badanku belumlah terlalu besar. Berpandangan. Baunyapun beda, seperti bau akasia.“Udah besar ngompol. Tapi memang celanaku basah sekali. Duduk di sini saja”. Dan untungnya, Kak Tina itu kalau tidur seperti orang pingsan. Saat itulah kurasakan puting susu Kak Tina mengelus punggung tanganku. Astaga, memang basah!




















