bleeeeeshhh…. Bokepin ” Okay sini aku bantu ” aku mulai ngelus dadanya karena ada bagian yang menggelembung isi angin… khan jadi toketnya ngga’ kelihatan becetak di kaos… sambil neken… aku rasakan rabaan di dadanya dan walau dingin seeerrrr juga…. hhhhhhhhhh…………….hhhhhhhhh aaahhhhhhhh…….. “. Pleeek… aku letakkan tangan Nuke pada seluruh batang tubuh… meriamku. ” kata Nuke sambil mengeleng-geleng kepala seperti orang yang pasrah tak sanggup berujar…. ” Hhhgg… ” itu saja yang sempat keluar dari mulut Nuke di sela erangan-erangannya… yang terus meluncur… tanpa henti…Aku geser dengan tanpa mencabut dulu meriam terbenam… aku suruh Nuke tiduran di atas sandaran sofa… dan kakinya masih menggantung di lantai….




















