Pukul enam, Bagas sudah menungguku di depan stand seorang diri. Bokepin Aku segera merapikan mejaku, dan sedikit memperbaiki make up ku kemudian aku keluar menuju ke Bagas. Bagas membelai rambut sambil memandangiku.Mengetahui bahwa aku juga sudah bangun dia memulai untuk mencium bibirku, menarik tubuhku lebih rapat ke tubuhnya. Pertama kali aku agak malu, tetapi kemudian aku bahkan duduk di pangkuannya. Dan secara otomatis aku harus mencari biaya hidup sendiri, karena aku tidak mau membebani mama dengan biaya hidupku.Untung aku cepat mendapat pekerjaan yang layak, yang mampu menghidupiku di kota yang cukup mahal ini.Sebuah perusahaan web design membutuhkanku sebagai assisten dalam bidang keuangan dan pemasaran.




















