Apalagi suaranya. Ternyata Felicia malah tertawa. Bokepin Mbak.. Oh ya, kudengar tadi mainmu banyak memakai scale altered dominant ya?” aku kemudian memainkan tangan kiriku di tangannya seolah-olah aku bermain piano. Bibir kami saling berlomba memberikan kehangatan. Boleh. Tangan kiriku masih memegang tangannya. Gila, keluarin di dalam. Yang jelas aku terus berusaha mendapatkannya. Termasuk jazz yang memang ‘brain music’. Aku hanya tertarik mendengar suaranya. Ada sensasi yang berbeda bercinta ketika dalam keadaan basah. Di tangannya ada sebuah kaos. Dia yang menjamin, kan? Kalau ditolak, berarti dia tidak bermaksud apa-apa denganku. Suaranya memang sangat jazzy. Sesexy penampilanmu” kataku terus terang. Perih tau!” teriak Felicia. Aku memalingkan mukaku. Sesaat kemudian kurasakan tubuh Felicia makin bergetar hebat. Membuat telingaku fresh.“Para pengunjung sekalian..




















