“Mimpi…” Aku ingat mimpiku, tapi lalu ingat bahwa aku mimpi dengannya, “Gak mimpi apa-apa”. “Kak, Saya bisa pinjam nggak?”. Video bokep Ceritanya benar-benar vulgar. Berpandangan. Aku ngompol? “Barusan ya?”. “Mimpi basah?”. “Iya. “Emangnya..?” tanyaku heran. Aku tak protes. Sepatu-sepatu
terjatuh menimbulkan suara berisik. Aku yang masih bocah terus membacanya. “Ya sudah. Siang
itu aku pulang cepat dari sekolah, karena guru sedang rapat. Banyak sekali, mengotori celanaku. Aku menikmati saja. Celana
seragamku aku rendam di kamar mandi. Aku membiarkan saja. Pak Rochim tak pernah mengambil pembantu lagi. “Atau…”, Kak Tina memandangku, lalu tersenyum lebar, “Kamu mimpi basah ya, Sapto?”.




















