Aku akan melakukan apa saja yang kau perintahkan, asal kau tidak membenciku.” Aku masih terisak. Tiba-tiba, Erik menarik gaunku dengan sangat kasar sehingga menjadi robek. Bokepin Dan aku pun bertanya, “Bunda, tamu istimewanya siapa sih? “Hmm..kamu menyukainya bukan? “Kamu cantik ya Maria? Kamu tidak harus memanggil aku ‘ayah’ atau sebutan lainnya, panggil saja aku Erik.”
Sambil mengalihkan pandangannya ke temannya, dia melanjutkan,”Nah.., ini adalah temanku, namanya Tomi.”
Akupun menyunggingkan senyuman ke arah Tomi yang membalasku dengan senyuman hangat.Aku sama sekali tidak percaya bahwa ternyata Erik tinggal sendirian di rumah megah seperti ini dan masih berusia 24 tahun saat itu.




















