Akhirnya kujatuhkan diriku ke samping dan Lucy jatuh di dekapan Kelvin. Bokepin Kelvin ambruk di sisiku dengan memeluk Lucy yang menyandarkan kepalanya ke dada bidangnya, si Dadang terduduk lemas di bawah ranjang (karena ranjang sudah penuh sesak). Akupun akhirnya bersandar lemas dalam dekapannya, penisnya tetap menancap di vaginaku, nafas kami tersenggal-senggal dan keringatpun bercucuran dengan derasnya. ahh” kataku dengan suara bergetar.Kamipun mencapai orgasme bersama, tubuhku menggelinjang hebat, aku berteriak seolah mengiringi lagu di komputer, kepalaku terangkat dan mataku merem-melek. Dibawanya aku ke ranjang lalu diturunkan di sana, nafasku belum teratur sehingga nampak sekali dadaku turun naik seperti gunung mau meletus. Aku menggenggam tangan Lucy dan bertatapan wajah dengannya“Sudah berapa kali Lucy?” tanyaku bergetar“Nggak tahu..




















