Aku mencumbuinya lagi. Ahh, aku sangat menikmati kedua buah dadanya. Bokep Cik Nia karyawan di bagian pemasaran. Pasti ini akibat Puber ke dua, kataku. Oh, wangi sekali, pikirku. Aku memberanikan memegang pundaknya dan kepalanya. Cik Ling membiarkan aku meremasi lembut kedua buah dadanya. Tanyaku.Cik Ling mengambil dua minuman coke dan mematikan TV kemudian duduk di kursi (dia menariknya ke arah tempat tidur) agak mengahadapku. Kuambil sapu tanganku dan kuusap air mata di wajahnya. Tapi anehnya aku cukup dipercaya.Itu dibuktikan ketika bossku suka cerita soal keluarganya, anakanaknya juga.




















