Erik mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar. Bokepin Artis ya?”
“Mungkin ya..”, kata Bunda Risa sambil tertawa kecil. Dia membuka pintu dan melihat diriku mematung sambil menangis di sana. “Kamu cantik ya Maria? tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu tanpa seizin-ku.”Erik memeluk tubuhku yang kecil dengan erat. “Mulai saat ini, aku-lah yang akan merawat dan mengurus Maria. Tepat jam 10.30 malam, aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku berbunyi. “Erik marah..”, pikirku. Marah yaa? Enam bulan pun berlalu.Pada suatu hari yang cerah, mendadak kami dibangunkan oleh Bunda Risa, salah satu pengurus di tempat kami. “Erriik..!! “..Erik? Sepuluh menit setelah itu, Erik terlihat kejang sesaat sambil mengerang tertahan. Aku pun merasa heran dan sedikit takut. Aku pun menunggunya untuk pulang sambil bermain




















