sedikit sakit dan agak susah masuknya, tapi ayah menyodokkan pantatnya ke depan.“Awww Pelan yah memekku sempit” Lalu berhenti sejenak, tapi batang itu sudah tenggelam setengah akibat sodokan ayah tadi. Remasan tangan ayahku di kedua payudaraku semakin menimbulkan rasa nikmat. Bokepin “Bless..” batang itu masuk dengan lancar. Tak tahu aku berapa ukurannya, yang jelas panjang, besar, mendongak, keras, hitam, berurat, berbulu lebat.Kemudian Aku didudukkannya di sofa. lalu mempermainkan vaginaku dengan jarinya. Bukan itu saja, klitorisku dihisapnya, sesekali lidahnya ditenggelamkannya ke lubangku.“Sayangg Aku udah nngak tahan, Gatel banget memek aku” Kataku“Akuu beluum puas sama mekimu” Jawabnya“Ah..










