“heenngghh,,”, Nirmala masih merasakan pedih sekaligus sedih. Bokepin Setelah buang air kecil, Nirmala mencuci tangannya di wastafel sambil menatap kaca yang ada di depannya. “iya,,Mas,,ilang,,”. Pak Dirman duduk lebih dulu, disusul Nirmala yang masih agak malu-malu duduk di meja makan. “udeh lo bedua berisik banget,,mending lo bedua buka jaket nih cewek,,”. “mmmhhh,,”, desah Nirmala pelan. Preman yang memegangi kaki Nirmala tidak tahan hanya melihat kaki & paha Nirmala yang putih mulus tanpa cacat sedikit pun. “mm,,saya mau ke rumah saudara saya,,”, Nirmala berbohong. “makasih Mas,,”. Bagus & Narjo melepaskan kaki Nirmala dan maju bersama Udin ke arah orang itu sementara Hari mengikat kaki & tangan Nirmala dengan tali rafiah yang Hari ambil dari warung Udin.










