Mereka menuntut lebih dari itu.“Jangan bertingkah, dan ikuti mau kami, kalau kamu tidak ingin kejadian tadi tersebar ke kampusmu. Segala rasa berkecamuk, manakala logikaku mulai muncul. Bokepin Entah mengapa, sejak awal aku sudah merasa tidak beres.Benarlah dugaanku, senioritas telah menjadikan mereka sosok yang sangat menakutkan, di pertemuan berikutnya. Maniku yang entah sudah di saluran apa, seolah membentuk sebuah gumpalan besar untuk sesegera mungkin muncrat sejauh-jauhnya.Erangan mulai terlontar dari mulut seniorku. Teriakanku seolah membuat mereka semakin kesetanan.“Oo, sudah jagoan yaa?, salah satu dari mereka mendekatiku dan mencengkeramku.“Teman-teman, ada jagoan baru nih, ayo kita uji”.Setelah diberi aba-aba, serentak mereka mengerubungiku. Aku lebih memilih daratan, karena aku punya tanggung jawab moral yang harus aku tunaikan.




















