Garis setrikaannya masih terlihat. Bokep Ayo..!“Mbak.., pahaku masih sakit nih..!” kataku memelas, ya sebagai alasan juga mengapa aku masih bertahan duduk di tepi dipan.Ia berjongkok mengambil sapu tangan. Aku tertipu. Tapi kakiku saja yang seperti memagari tubuhnya. Ya sekarang..!” pintanya penuh manja.Tetapi mendadak bunyi telepon di ruang depan berdering. Perempuan paruh baya itu pun masih duduk di depanku. Masak tidak ada yang bisa dibicarakan. Ini gara-gara ibuku menyuruh pergi ke rumah Tante Wanti. Mungkin sapu tangan ini saja suatu kealpaan. Tapi mengelap dengan handuk hangat sisa-sisa cream pijit yang masih menempel di tubuhku. Ada cairan putih di celana dalamku.Di kantor, aku masih terbayang-bayang wanita yang di lehernya ada keringat. Dadaku berguncang. Masih ada esok. Hap.“Mau pijit lagi..?” ujar suara wanita muda yang










