“Mas”, katanya, “Aku udah basah mas”. Bokepin Dia tersenyum manis. Ooh! Sesampai dirumahku,dia duduk didepan tv, tv kunyalakan dan aku mengambil minuman untuknya. “Biarin ja, orangnya juga ninggalin aku terus kok”. “Iya, dibalakng ada kolam renangnya, mo renang gak”. Kemudian aku pun nyebur ke kolam, menghampirinya dan memeluknya. Bibirnya kucium, lidah kami saling berbelit. “Iya gak kaya mas, manangnya cuma disatu tempat ja”, katanya menyindirku, yang dari tadi hanya memandangi belahan toketnya yang montok. “O gitu ya, pandangan kamu luas juga ya”. “Toketmu kenceng ya Sin, pentilnya gede.”, kataku. Aku berbaring disebelahnya, bibirnya kembali kucium dengan penuh napsu dan aku kembali meremas2 toketnya sambil memlintir2 pentilnya.




















