Belum Mb..Mba Yola ang dibawah ya sekarang.. Kamu jangan tanya – tanya lagi ya..sory”.“Iya Mb..maaf kalau keganggu”. Bokepin Mau minum apa Ntok..?Oo..gitu. Eemmphh… Hehehe..dapat kehabisan napas nanti kalau kelamaan. Lalu kupegang pinggangnya agar maju. Udah sana ke depan, sambil meletakkan es berbentuk kotak dalam 2 gelas. Mba Yola membantu dengan mengangkat dua tangannya dan melepasnya sendiri. Tongkatku digerak gerakkan penuh perasaan. Kumasukkan dua ruas jari tengahku ke belahannya. Kuusap usap punggung mulusnya. Nanti tak sms Mb”.“Tak tunggu ya..makasih Ntok..” saya tak mau mendesaknya untuk cerita tentang keperluannya bertemu temenku yang pengacara. Biar lebih akrab. Minggu depan Mba Yola yang sms aku,”Pengacara suamiku yang datang, dia ngg. Desah, teriakan kecil dan dengus napas kami menggema di ruang teve.




















