Tampak darah mengucur deras dari leher wanita itu. Tapi kuterima juga pisau itu… sesaat aku kepikiran untuk menggunakan pisau itu untuk balik menyerang pak Jun, dengan begitu aku bisa pergi dari rumah ini. Bokepin Mau tidak mau akupun terpaksa melihatnya sambil menangis tersedu-sedu. Sepertinya sedari tadi aku hanya berputar-putar!“Tolong… biarkan saya pergi!!” ucapku memohon.“Maaf Mita sayang… saya gak bisa membiarkan kamu pergi dari sini… Sekarang kamunya tenang dulu… ” tiba-tiba pak Jun membekap mulutku dengan kain. Lambung dan ususku dipenuhi air.




















