“Awas.. Bokepin “Aku bahagia kamu mau menerima aku, Sari sayang..” kataku sambil membalas ciumannya. “Lho.. ya maafkan aku tadi malam, bukannya aku tidak mau menerima kamu sebagai suamiku meski hanya kontrakan. Tak lama kemudian tubuhku menegang lalu aku menjerit keras. Aku akan diberi kedudukan, tapi dengan syarat aku harus mau menjadi suami kontrak anaknya yang hamil diluar nikah. “Baiklah, Sayang..Ayo arahkan vaginamu ke mukaku..?” Hatiku berdebar, aku belum pernah merasakan bagaimana dikencingi orang, siapa yang mau? oohh.. “Sayang, aku mau berangkat kerja nich nanti telat lho..




















