Sejenak aku menoleh ke bawah, tampak pahanya cukup menawan. Bokepin Kuraih kamera yang masih di tangan kanannya kemudian kuberikan kepada istriku. Setelah agak kaku sebentar kemudian suasana mencair kembali. Kuteruskan permainan burungku dengan lebih leluasa. Aku sudah menganggap ia sebagai istriku saja. “Sekarang gantian Rin, kamu yang maen aku yang ngambil photonya”, kata istriku. Setelah kenalan sebentar dan saling tukar nomor telepon, kulanjutkan perjalananku setelah mengisi bensin sampai penuh. Ia sempat pamit sebentar untuk menyuruh sopir salah satu keluarganya untuk pulang saja, dan telepon ke saudaranya bahwa malam itu ia tidak pulang. Kuraih kamera yang masih di tangan kanannya kemudian kuberikan kepada istriku. Seluruh titik di bagian atasnya telah kutelusuri tidak ada yang terlewatkan, kini kedua bukti itu kuremas perlahan.




















