Namun kemudian aku tersadar kembali oleh suara Mas Tono.“Ayo dong Jon!” pintanya.“I-iya.” jawabku.Kubuka mulutku agak lebar, mendekatkan wajahku sampai akhirnya mendarat di permukaannya. Sebuah k0ntol berukuran besar yg teracung berwarna kemerahan dan di sekitarnya nampak bulu-bulu halus kini terpampang di depanku. Bokepin Tp kemudian..“Pantat Mas Tono juga pegel nih, pijit yah!” pintanya lagi.“Iya.” jawabku singkat. Kuletakkan kembali kursi kembali ke tempatnya. Kubuka mataku pelan-pelan.“A-apa?” tanyaku berdebar-debar.“Mas Tono pegal-pegal nih, kamu pijitin sebentar yah!” pintanya.“Kamu nggak kepanasan? Kemudian paman duduk di ranjang, tepat di sampingku. Apa? Lalu kulahap masuk ke dalam mulutku.




















