Akhirnya Dewi berpamitan diri denganku untuk pulang bersama grup dangdutnya. Bokepin aku bisa melihat muka Dewi yang kaget dicampur keenakkan,“Ahhh mas Handoko, pelan-pelan dong mas.” pinta Dewi. Di pagi keesokan harinya, kita melanjutkan aktivitas kita lagi dikamar mandi sambil membersihkan diri bersama. Ternyata bapak Udin ini adalah pemimpin kelompok dangdut yang akan berpentas malam hari nanti. Tapi memang mungkin Dewi sudah profesional, dia mulai memompa mulutnya naik turun, sambil mengocok sisa gagangku yang tak muat masuk dengan tangannya.Sungguh aku dibuat keenakan, apalagi saat aku melihat sang penyanyi dangdut ini ada diantara kakiku, berlutut dan mengenyoti kemaluan aku sekarang. Tiba-tiba dari pinggir mataku, aku melihat sebuah gerakan. Dan paman ku pun menjelaskan bahwa malam nanti, akan ada pentas dangdut untuk para warga di




















