“jam sembilan lewat dikit baru aku berangkat, abang?” tanyaku balik. “nggak ahh, entar lecet, nanti kalo mandi kan nyeri,” jawabnya. Bokepin Enakan tidur di sini bareng Sintia,” sambungku sambil menepuk tempat tidur. Aku Sintia. “abang masih belum nerima kenyataan kalo kita udah nikah ya?” jawabku pelan. Pemeran wanita di film itu hanya menggumam tak karuan. “iya, tapi jangan lama-lama”.Aku hanya terbaring di tempat tidur, tubuh bugilku ditutupinya dengan selimut. Kami langsung tertidur karena ternyata menjalani resepsi tu sangat melelahkan, walaupun cuma senyum dan salaman.Ketika paginya aku bangun, dia gak da disebelahku, aku memang bobo duluan semalem. “kalo sekarang nggak bisa, gak apa-apa juga…..kamu aja yang master blon siap apa lagi aku,” jawabnya. Entar masuk angin loh, mending kan masuk ke Sintia”, kataku




















